Budaya

Sekelompok pemuda asal Banjar Susut, Payangan, Gianyar. Mengambil tema ogoh-ogoh “sang hyang semedang.”

yang artinya adalah, konon ada sebuah kerajaan yang konon sedikit orang yang tau cerita tentang kerajaan tersebut.

Namun kesaktian, kerajaan, dan keberadaan makam keramat nya tidak ada yang tahu, yang memisahkan diri dan ngahyang (tileum) bersama para dayang dan pengawal setia nya “Aki Lodaya” Tutur “I Wayan Sumadi” salah satu pembuat ogoh-ogoh tersebut. Ketika kami wawancarai di tempat mereka berkreativitas.

Ogoh-ogoh tersebut di buat dengan bahan organik seperti bambu tali dari batang daun pisang tua, dan daun kelapa tua. “Alias no steorofum.” Dan no sound system’ koplo tentu nya.

Mari kita support kreativitas pemuda dan pemudi Bali, dengan membiarkan mereka berkreativitas namun tetap menjaga lingkungan dan kelestarian alam dan budaya.

Tinggalkan komentar